Minggu, 26 Juni 2011

Soundrenaline 2011 (pekanbaru)



PEKANBARU (RP)-Konser musik terakbar di Indonesia A Mild Soundrenaline, Make Your Self Heart di Lapangan Labersa, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (25/6), benar-benar memuaskan puluhan ribu pencinta musik Pekanbaru dan Riau umumnya. Puluhan band papan atas tampil memukau.
Dua band asal Kota Pekanbaru, Geisha dan Lyla, Sabtu (25/6) kemarin benar-benar memanfaatkan momen pulang kampung ini. Geisha dan Lyla yang kebagian naik panggung siang, menampilkan lagu lain dari biasanya dengan nuansa Melayu.
Seakan kompak, kedua band yang dibesarkan di Pekanbaru ini menyertakan beberapa instrumen musik Melayu. Geisha sendiri menambah additional player yang memainkan gambus dan gendang, malahan di tengah-tengah, sang vokalis, Momo, juga sempat ikut menabuh gendang dengan penuh semangat. Momo yang mengenakan stelan rompi orange, kaos, dan celana hitam mendapat sambutan luar biasa para audiens atas aksinya ini.
Dimintai komentarnya soal ini, gitaris Geisha, Robi, menjelaskan bahwa bandnya sengaja memanfaatkan momen di Pekanbaru ini untuk menampilan musik dengan budaya khas melayu. ‘’Kami hanya mau mengajak anak muda kembali mengenang budaya, jangan sampai budaya kita ini dicuri lagi,’’ kata Robi.
Menurut Robi, Pekanbaru, juga Riau secara keseluruhan, sangat menjunjung budaya dan itu sangat melekat kuat. Menurutnya,  ini perlu diketahui oleh orang banyak.
Sementara Momo mengaku belum puas atas penampilan mereka siang itu. ‘’Rencana kami ingin menggunakan lebih banyak lagi instrumen musik Melayu, namun hari ini kami belum dapat kesempatan, mepet banget,’’ ungkap Momo.
Lyla yang lebih dulu tampil di panggung berbeda tidak kalah dalam memamerkan nuansa musik khas Riau yang kental dengan budaya Melayu. Malahan untuk menguatkan nuansa musik daerah asalnya, Lyla menggaet salah satu sanggar untuk berkolaborasi di atas panggung.
‘’Kami tadi pakai gambus dan kompang juga, untuk additional player-nya kami bawa sanggar Serumpun Riau. Karena ini di Pekanbaru, kami mau melibatkan unsur yang khas daerah Riau, jadi kami gabung dengan musik Melayu dan pop,” ujar vokalisnya, Indra Perdana Sinaga.
Selain Geisha dan Lyla, salah satu band lokal Pekanbaru yang ikut tampil di panggung utama Soundrenaline 2011, Prasasti Band, juga membawa roh musik Melayu dalam aksi panggungnya. Salah satu lagu yang mereka bawakan adalah “Hang Tuah”.
Berjuang Dapatkan Best View
Ada satu spot yang disiapkan oleh panitia untuk melihat best view panggung utama. Lokasi best view ini berada di tempat lebih tinggi, berada di lantai dua bangunan di tengah area. Best view  berhadapan langsung ke arah panggung raksasa yang diberi nama A Stage itu.
Tidak semua penonton Soundrenaline atau para audiens bisa mendapatkan kesempatan untuk menikmati best view atau pemandangan terbaik dari atas  karena mereka yang ingin menikmati konser siang hingga tengah malam itu harus memenuhi beberapa syarat.
Di antara syarat yang harus dipenuhi itu adalah para penonton harus mendapat minimal tiga stempel dari Booth Community dan melakukan registrasi kepada petugas di best view. Namun ternyata persyaratan tidak mudah dipenuhi, karena para audiens harus berjuang seperti dikatakan salah satu guide di booth art, Fuji Lestari.
‘’Untuk mendapatkan stempel itu audiens memang harus mengikuti setiap booth sampai selesai. Barulah diberikan oleh panitia di booth itu. Setiap booth hanya menyediakan satu stempel,’’ katanya. Stempel ini akan dikumpulkan pada passport Soundrenaline yang didapatkan oleh para penonton saat memasuki lokasi acara. Pada spot best view itu disuguhkan pemandangan terbaik. Mereka yang berkesempatan naik ke sana juga disediakan beberapa fasilitas seperti teropong jarak jauh yang berukuran cukup besar.
Slank Tutup Soundrenaline
Sementara itu, sorakan dan tepuk tangan penonton sambut Slank saat menaiki pentas A Stage. Tak heran sambutan penonton begitu riuh, karena Slank adalah pengisi acara puncak.
Lagu berjudul “Piss” dibawakan sebagai pembuka. ‘’Slank nggak akan pernah bosan menyebarkan virus perdamaian,’’ ujar Bimbim, drummer Slank mengawali lagu “Virus” yang selanjutnya dibawakan mereka.
Penonton dikejutkan dengan aksi Bimbim saat maju ke depan pentas menyanyikan lagu “Malam Minggu” yang selanjutnya mereka bawakan. Bukan hanya itu saja, setelah maju, ia langsung bermain drum di depan, pada drum set yang memang sudah disiapkan di sana. ‘’Nggak ada cara lain lagi, nggak bisa lebih mesra lagi,’’ teriak penonton sambil mengikuti “Percuma” yang dinyanyikan Kaka. Lagu ini sendiri termasuk salah satu lagu Slank yang ngetop di era 90 an.
Sebelum performa puncak ini, Gigi, Naif, dan A Project adalah tiga band papan atas yang tampil saat malam semakin meninggi. Gigi, band yang sudah terbukti eksistensinya selama 17 tahun di belantika musik Indonesia membuai penonton dengan lagu-lagu romantis mereka. ‘’Setiap kali main di Soundrenaline kita selalu senang, karena selalu berjalan damai hingga selesai,’’ ujar Arman Maulana, sang vokalis  di sela-sela performance mereka.
Sementara itu, Naif, dengan musik gaya retro pop dan tingkah unik David sang vokalis, mengundang riuh sorak-sorai penonton. Beberapa tembang lama seperti “Mobil Balap” serta “Air dan Api” dibawakan.
Ribuan Penonton
Meski acara baru dimulai pukul 14.00 WIB, para penonton sudah mulai mendatangi areal konser sejak pukul 12.00 WIB. Ini terlihat dengan banyaknya kendaraan menuju arena konser prestisius ini.
Tepat pukul 14.00 WIB, dimulailah penampilan band-band pengisi acara. TLB, Fatlip, Supernova, dan Riau Rhythm Chamber mengisi satu jam pertama di tiga pentas yang disediakan masing-masing, A Stage, Go Ahead Stage dan Intimate Stage.
Antusiasme penonton sudah terlihat sejak tiga penampilan pertama ini. Beberapa ada yang terpaku melihat grup band pujaannya tampil. Ada juga yang berlari berpindah stage agar bisa melihat ketiganya.
Memasuki jam kedua pertunjukan, Hijau Daun dan Ray D’Sky gantian menunjukkan kebolehannya. Lagu mereka yang familiar di telinga penikmat musik Pekanbaru, membuat setiap bait yang dinyanyikan selalu disambut iringan nyanyian penonton. Setelah dua band ini, band asal Pekanbaru yang menjadi salah satu pemenang A Mild Live Wanted, Geisha, “pulang kampung” mengobati kerinduan penggemarnya yang ada di Pekanbaru. Saat mereka memasuki pentas sekitar pukul 16.00 WIB, langsung disambut pekikan ribuan penonton yang sudah menyesaki A Stage, tempat mereka beraksi.
Satu jam sebelum rehat, berturut-turut Kerispatih dan Alexa menyuguhkan hiburan bagi warga Pekanbaru yang semakin sore semakin memadati area konser. Bersamaan dengan mereka, Lyla, yang salah satu personelnya juga asal Pekanbaru.
Tepat sebelum jeda magrib, Netral tampil. Netral yang tampil di Go Ahead Stage, sedot atensi penonton. Stamina yang sudah mulai terkuras karena sudah lebih dari tiga jam berdiri tidak menyurutkan semangat Netralitas, sebutan para penggemar Netral. Lagu-lagu yang mereka bawakan seperti ‘’Cinta Gila”, “Lintang”, “Sorry,’’ dan “Pertempuran Hati” disambut moshing mereka yang berada di bibir pentas. ‘’Garuda Di Dadaku’’ sebagai aksi penutup Netral diisi dengan aksi perkusi ketiga personil mereka, Eno, Chocky, dan Bagus.
Setelah break maghrib, Saint Loco memaksa penonton untuk tidak mengalihkan perhatian dari panggung. Lagu ‘’Kedamaian’’ dibawakan dengan baik ditambah iringan seorang additional vokal perempuan.
Penampilan cadas Saint Loco, dilanjutkan dengan kehadiran salah satu band rock papan atas Indonesia di panggung, /Rif. ‘’Raja, Loe Toe Ye’’ serta beberapa lagu lainnya terus memompa adrenalin penikmat musik Pekanbaru yang hadir malam ini untuk terus melompat-lompat sesuai irama lagu.
Di saat bersamaan, Ello dengan lagu-lagu beraliran alternatifnya hibur penonton. Lagu ‘’Pergi Untuk Kembali’’ dan ‘’Masih Ada’’ yang dibawakannya, tak henti disambut aplaus penonton.
Di panggung lainnya, J-Rock yang masih setia dengan aliran Japanese Rock-nya tampil memukau. Salah satu lagu yang dibawakannya, ‘’Madu dan Racun’’ membuat penonton terhenyak. Saat lagu ‘’Meraih Mimpi’’ dibawakan, tepuk tangan dan sorak sorai penonton membahaha ketika kembang api menyembur dari bibir panggung.
The Changcuters dan Andra And The Backbone tampil bersamaan setelah itu. Membuka penampilannya, The Changcuters bawakan lagu ‘’I Love You Beibeh’’. Setelah itu berturut-turut ‘’Persahabatan Dudung dan Maman, London’’ serta ‘’Wanita Racun Dunia dibawakan’’. Gaya atraktif Tria, vokalis mereka terus bawa penonton bergoyang.
Selain pertunjukan musik, Soundrenaline juga diisi dengan berbagai booth tempat penonton berinteraksi. Booth ini yaitu, Rest And Relax Area, tempat penonton mengistirahatkan tubuh sejenak sambil menikmati suasana festival. Photo Backdrop, tempat penonton mengabadikan momen bersejarah mereka. Official Merchandise, tempat berbelanja produk-produk khas Soundrenaline. Best View Area, tempat di mana penonton dapat melihat seluruh lokasi Soundrenalin dari satu titik. Food And Drink Area, tempat disediakannya berbagai makanan dan minuman yang dapat dibeli penonton untuk menghilangkan haus dan lapar.
Panitia Tegas, Penonton Puas
Gerry Asta (24), salah satu penonton yang sempat Riau Pos wawancarai pada gelaran Soundrenalin, Sabtu (25/) mengaku puas dengan Soundrenaline kali ini. ‘’Acaranya keren, band-band papan atas Indonesia ada semua,’’ jelasnya.
Ia juga salut dengan panitia yang menetapkan peraturan ketat bagi penonton yang mau masuk ke area konser. ‘’Panitianya bagus. Penonton yang tidak punya tanda pengenal tidak boleh masuk. Jadinya jelas siapa saja yang masuk,’’ lanjutnya.
Sebagai warga Pekanbaru, ia berharap iven seperti ini dapat terus diadakan. ‘’Karena dengan acara seperti ini, Pekanbaru bisa jadi lebih semarak,’’ ujar Gerry yang saat itu datang bersama tiga orang temannya. (rp)

1 komentar:

  1. mantap..kalau bisa acara seperti ini rutin di gelar di pekan baru

    BalasHapus